Komponen Elektronika .Com

 

Banting Harga

Tdk ada Barang Banting Harga

Terlaris

Saat ini tidak ada yang terlaris

Newsletter

Periklanan

Komponen Elektronika .Com

Masalah Pada LCD Panel Laptop/Notebook

Pernahkah Anda mengalami LCD Notebook Anda Pecah ? Scratch ? Bergaris ? Dead Pixel ? Blank Putih ? Yaa,cukup menyebalkan jika itu terjadi pada saat pekerjaan mendekati deadline atau sedang menumpuk.

Belum lagi harus menganggarkan biaya penggantian LCD Panel Notebook yang tidak murah plus bayar Jasa Servicenya Juga.Sebagian besar pengguna Notebook/Laptop pernah mengalami kekesalan seperti diatas.

Beruntunglah Jika Anda BISA,MAMPU,atau minimal BERANI mengganti Panel LCD Notebook Anda sendiri.Selain dapat memotong biaya untuk Jasa Service, Anda pun tidak akan mengalami DIKIBULIN (Dibohongin) dengan harga Panel LCD yang melangit.

Jika Anda ingin mencoba coba mengganti sendiri LCD Panel Notebook Anda, Berikut ini adalah Link Video cara mengganti LCD Panel Notebook :

http://www.youtube.com/watch?v=x3k6INfeJmg

Untuk mengetahui Harga dan ketersediaan stock LCD Panel Notebook yang Anda butuhkan, Tidak perlu lagi beranjak dari kursi Anda, bermacet macet ria dan berpeluh keringat menuju pusat perbelanjaan spare part komputer di pusat Kota. Anda cukup Klik Link Berikut ini ;

http://komponenelektronika.com/8-komponen-notebook


Untuk memperkaya pengetahuan Kita tentang LCD Panel Notebook,Berikut ini adalah Tabel
LCD Panel Notebook berdasarkan ukuran dan tingkat resolusi setiap panel

Tabel ini menunjukkan resolusi layar, kerapatan pixel (pitch pixel dalam pixel per inci, ppi), aspek ratio layar, jumlah keseluruhan piksel yang dikenal dengan MegaPixel atau MP dan area pixel dibandingkan dengan resolusi 1024x768 sebagai acuan (100%) resolusi XGA. Layar diukur berdasarkan panjang diagonal. 








Size
12.1"
Resolution
800 x 600
Density
82.6 ppi
Pixel Size
0.3073 mm
Ratio
4:3
Pixels
0.46 MP
Gain
61%
12.1" 1024 x 768 105.8 ppi 0.2401 mm 4:3 0.75 MP 100%
12.1" 1280 x 768 123.4 ppi 0.2059 mm 5:3 0.94 MP 125%
12.1" 1280 x 800 124.7 ppi 0.2036 mm 16:10 0.98 MP 130%
12.1" 1400 x 1050 144.6 ppi 0.1756 mm 4:3 1.4 MP 187%
13.3" 1280 x 800 113.5 ppi 0.2238 mm 16:10 0.98 MP 130%
14.1" 1024 x 768 90.8 ppi 0.2798 mm 4:3 0.75 MP 100%
14.1" 1280 x 800 107.1 ppi 0.2373 mm 16:10 0.98 MP 130%
14.1" 1280 x 1024 116.3 ppi 0.2185 mm 5:4 1.25 MP 167%
14.1" 1440 x 900 120.4 ppi 0.2109 mm 16:10 1.24 MP 165%
14.1" 1400 x 1050 124.1 ppi 0.2047 mm 4:3 1.4 MP 187%
15" 1024 x 768 85.3 ppi 0.2977 mm 4:3 0.75 MP 100%
15.2" 1152 x 768 91.1 ppi 0.2789 mm 3:2 0.84 MP 113%
15.4" 1280 x 800 98 ppi 0.2591 mm 16:10 0.98 MP 130%
15.2" 1280 x 854 101.2 ppi 0.2509 mm ~3:2 1.04 MP 139%
15.4" 1440 x 900 110.3 ppi 0.2303 mm 16:10 1.24 MP 165%
15.2" 1440 x 960 113.9 ppi 0.2231 mm 3:2 1.32 MP 176%
15" 1400 x 1050 116.7 ppi 0.2177 mm 4:3 1.4 MP 187%
15.4" 1680 x 1050 128.6 ppi 0.1974 mm 16:10 1.68 MP 224%
15" 1600 x 1200 133.3 ppi 0.1905 mm 4:3 1.83 MP 244%
15.4" 1920 x 1200 147 ppi 0.1728 mm 16:10 2.2 MP 293%
17" 1280 x 800 88.8 ppi 0.2861 mm 16:10 0.98 MP 130%
17" 1440 x 900 99.9 ppi 0.2543 mm 16:10 1.24 MP 165%
17" 1680 x 1050 116.5 ppi 0.2180 mm 16:10 1.68 MP 224%
17" 1920 x 1200 133.2 ppi 0.1907 mm 16:10 2.2 MP 293%
20.1" 1680 x 1050 98.6 ppi 0.2577 mm 16:10 1.68 MP 224%







Tabel di bawah ini membandingkan keuntungan ukuran fisik area layar yang aktif atau dapat dilihat (resolusi keuntungan dalam pixel). Aspek ratio juga akan mempengaruhi daerah yang diperoleh pada satuan ukuran centimeter2.

Perbandingan LCD Monitor Notebook  (Area Table)

Size Diagonal Width Height Ratio Area Gain
12.1" 30.73 cm 24.59 cm 18.44 cm 4:3 453 cm2 100%
12.1" 30.73 cm 26.35 cm 15.81 cm 5:3 417 cm2 91.9%
12.1" 30.73 cm 26.06 cm 16.29 cm 16:10 425 cm2 93.6%
13.3" 33.78 cm 28.65 cm 17.9 cm 16:10 513 cm2 113%
14.1" 35.81 cm 28.65 cm 21.49 cm 4:3 616 cm2 136%
14.1" 35.81 cm 30.37 cm 18.98 cm 16:10 576 cm2 127%
14.1" 35.81 cm 27.97 cm 22.37 cm 5:4 626 cm2 138%
15" 38.1 cm 30.48 cm 22.86 cm 4:3 697 cm2 154%
15" 38.1 cm 31.7 cm 21.13 cm 3:2 670 cm2 148%
15.2" 38.61 cm 32.12 cm 21.43 cm 3:2 688 cm2 152%
15.4" 39.12 cm 33.17 cm 20.73 cm 16:10 688 cm2 152%
17" 43.18 cm 36.62 cm 22.89 cm 16:10 838 cm2 185%
20.1" 51.05 cm 43.29 cm 27.06 cm 16:10 1'171 cm2 258%







TFT flat-panel display dengan karakteristik dan spesifikasi diatas dibuat oleh Acer, Apple Computer, Asustek Computer, DELL, Fujitsu-Siemens, Gateway, Hewlett-Packard (HP), IBM, Lenovo, Samsung, SHARP, SONY, TOSHIBA dan produsen laptop lainnya .

Layar dengan ukuran eksotis atau resolusi layar sebagai 10,6 "dengan resolusi 1024 x 768, 15,1” dengan 1024x768, 15,1"dengan 1280 x 768, 15.4" dengan 1280x768 dan 17,4 "dengan 1140 x 900 piksel yang belakanan ini banyak diproduksi.

Semoga informasi diatas dapat memudahkan Anda dalam menangani Masalah LCD Panel Notebook Anda.

www.KomponenElektronika.Com

 

Mengenal FlyBack Transformer (FBT) Lebih Dalam

 

FBT Monitor dan TV mempunyai beberapa kesamaan, perbedaan yang paling jelas adalah pada capasitor internalnya. FBT Monitor mempunyai internal capasitor untuk meningkatkan hasil kualitas gambarnya. Tanpa internal capasitor tampilannya akan terlihat bengkok bengok atau cacat bentuk terutama pada bagian Kiri dan  Kanan Gambar.

Sebagian besar FBT mempunyai 10 Pin dibagian bawah transformer tersebut.

Dari Setiap Pinnya mempunyai fungsi masing masing sebagai bagian dari kesatuan Circuit.

Yang biasa kita temukan beberapa PIN pada FBT Monitor  adalah ;

B+

Horizontal Collector pulse

ABL

Ground

G1

AFC

VCC

Heater

X ray Protection

 

B+ dan Horz Collector pulse berada pada satu Bagian kumparan yang kita sebut sebagai Bagian Primer FBT.Bagian ini adalah yang terpenting dan mudah atau sering terjadi short circuit ketika terjadi masalah pada Jalur B+ atau Output transistor Horizontal.

Terkadang internal capasitor yang mengalami short terjadi akibat bagian Primer FBT terbakar dibagian dalam. Satu satunya jalan untuk test atau mengukurnya memerlukan sebuah Flyback tester atau Lopt Tester. Multimeter biasa tidak dapat mencek permasalahan sedetail seperti ditas.

Selanjutnya adalah Ground, G1 dan kumparan AFC ( Automatic Frekwensi Controll ).

Bagian ini mengirim signal dari FBT ke IC oscillator Horizontal  untuk mengunci atau mensyncronkan frekwensi dari sebuah monitor.

Jika jalur AFC ini bermasalah maka Tampilan akan berubah atau bergeser condong kearah kiri ataupun kanan. Kita tidak akan dapat / bisa meng adjust gambar sampai ke tengah (centre).

G1 berfungsi menarik electron yang dihasilkan dari chatoda CRT dan kemudian menyalurkannya kepada G2 yaitu tegangan screen..G1 normalnya adalah tegangan Negative.Jika terjadi hilangnya tegangan Negative dari G1 maka tampilan gambar akan menjadi sangat terang disertai dengan Garis garis melintang pada layar, dan terkadang Monitor pun akan meresponse menjadi Shutdown Mode.

 

Test FBT

Saat ini, Banyak sekali Monitor2 yang mengalami kerusakan pada FBT nya.

Dalam beberapa kasus, FBT dapat menjadi Short circuit setelah digunakan tidak lebih dari 2 tahun penggunaaan dari sebuah Monitor .Ini diakibatkan dari rendahnya kualitas material dan tidak bagusnya design yang digunakan oleh beberapa pabrikan FBT.

Pertanyaannya sekarang adalah, Masalah apa sajakah yang biasa ditemukan dalam kerusakan FBT dan Bagaimana mengeceknya kemudian kapankah kita harus menggantinya?

Berikut ini penjelasannya ;

Ada 9 masalah yang biasa ditemukan pada FBT problem

  1. Konslet atau Shortnya kumparan Primer
  2. Open atau Short pada capasitor internal di bagian sekunder FBT
  3. FBT menjadi membengkak atau hampir pecah, atau bahkan sudah pecah
  4. Bagian Luar FBT memercikkan atau memancakan bunga api (bocor) ke Ground
  5. Bagian Dalam memercikan atau memancarkan (bocor) diantara Lilitan primer dan sekunder
  6. Short di bag dalam Dioda High Voltage pada Lilitan sekunder
  7. Kerusakan pada Pembagi Tegangan Focus / Screen yang mengakibatkan Tampilan menjadi Kabur ( Blur )
  8. FBT mengalami kerusakan pada saat full operating voltage ( Kondisi Under load )
  9. Short di diantara Lilitan primer dan sekunder

Gejala atau tanda apa sajakah yang terlihat Jika terjadi short pada

Lilitan Primer ?

  • Tidak ada Tampilan ( No High Voltage )
  • Power Blink
  • Tegangan B+ drop
  • Transistor Horz output akan menjadi Panas sekali dan lama kelamaan menjadi short
  • Disekiotar Jalur B+ beberapa Komponen akan mengalami kerusakan, seperti diode di sekunder UF5404 dan FET B+ IRF 630, short.
  • Terkadang menyebabkan bagian Power menjadi Jebol.

Gejala atau tanda apa sajakah yang terlihat Jika terjadi internal Capasitor Open atau short di bagian dalam FBT ?

Jika Internall Capasitornya Short ;

  • Power Blink
  • Tegangan B+ drop
  • Transistor Horz output akan menjadi Panas sekali dan lama kelamaan menjadi short
  • Disekitar Jalur B+ beberapa Komponen akan mengalami kerusakan, seperti diode di sekunder UF5404 dan FET B+ IRF 630, short.
  • Terkadang menyebabkan bagian Power menjadi Jebol.contoh Merk Raffles 15’
  • Bagian Power mengalami shut down, seperti contoh Merk Compaq V55,Samtron 4bi,dll
  • Terkadang Komponen pada Bagian ABL (Automatic Brightness Limiter) terbakar, Bagian ini biasanya terdapat disebelah FBT , contoh Merk LG 520 Si.

Jika Internal Capasitornya Open ;

  • High Voltage shutdown
  • Monitor akan terdengar Tik-Tik-Tik, Kadang Jika capasitor kita ukur hasilnya Baik baik saja, Namun akan mengalami Breakdown ketika pada kondisi Full operating Voltage
  • Transistor Horz output akan Jebol/Putus dalam beberapa jam atau hitungan hari setelah anda menggantinya.
  • Kadang kadang menyebabkan tampilan “No display”
  • Gambar yang terdistorsi
  • Dapat menyebabkan Transistor Horz output short dan merusak bagian Power

Bagaimana cara Mendiagnosa Jika sebuah Internal Capasitor Short atau Open ?

Dengan menggunakan Analog Multitester dan Digital Capacitance meter.

Kapasitor yang Baik mempunyai Range dari 1.5 nanofarad hingga 3 nanofarad.

Tetapi terdapat beberapa Monitor tertentu yang mungkin mempunyai Nilai

 4.5nf dan 7.2nf

  • Pertama Set Multimeter ke X10 K Range
  • Hubungkan probe ke anoda dan yang Probe yang lain ke Cold Ground (Chasis Ground)
  • Dianjurkan anda melepas anoda cap pada layar CRT agar hasil pengukuran akurat
  • Jika Jarum Multitester menunjukan pembacaan pada ohm yang rendah ( Jarum bergerak atau naik ) berarti Internal capasitor mengalami kebocoran atau short.
  • Jika Jarum Multitester tidak bergerak sama sekali ,ini menunjukan internal capasitor OK.
  • JIka Anda ingin lebih akurat dalam pengukurannya , konfirmasi kembali pemeriksaan dengan menggunakan Capacitance Meter
  • Jika pada Digital Capacitance meter menunjukan 2.7nf, ini menunjukan internal capasitor dalam range yang OK
  • Dan Jika menunjukan 0.3 nf, ini berarti internal capasitor open

Anda mempunyai 3 Pilihan Jika sebuah Internal Capasitor pada FBT mengalami open atau short ;

  • Menggantinya dengan FBT yang baru jika anda mendapatkannya di pasaran
  • Berusaha mencari FBT refurbish Jika sangat sulit sekali mendapatkan part originalnya..
  • Melakukan Modifikasi atau istilah para praktisi Teknik adalah Mencangkoknya
  • Pilihan terakhir Kembalikan Monitor kepada konsumen Jika tidak dapat menemukan komparasi dari FBT tersebut.

Jika Anda mempunyai Schematic diagram yang menggambarkan FBT tersebut , akan sangat membatu sekali untuk memudahkan pengecekan.

Semoga bermanfaat

 

www.KomponenElektronika.Com


BerandaBeranda

 

Troli  

(kosong)

Contact Support


    Contact YM Online





    Contact SMS/Telp

       0856-242-57039

    Contact Email

    info@KomponenElektronika.Com
    order@KomponenElektronika.Com






Jiran Mujiran

Create Your Badge